THEMES THAT YOU LIKE
Set "Sidebar Image" in Theme-settings

Muslim. An art student. Textile Craft major. And i'm a chameleon for being unseen, sometimes.

"

I planted a tree
I scorned the fruit
I used its trunk as firewood
I made an oud
I played a tune


I broke the oud
Lost the fruit
Lost the tune
I…wept over the tree

"

Samih Al Qasim, Confession At Midday

(Translated from Arabic by Abdullah Al Udhari)

(Source: globalwarmist, via yanorayanora)

bad-w0lff:

freudian-slipped:

if you put a frog in boiling water, it will jump out.

if you put a frog in warm water and gradually turn up the heat until the water is boiling, the frog will remain there until it dies.

and that is an abusive relationship.

Holy shit.

(via trustourlove)


Show Post
i am ugly. you are ugly. let us talk about our own ugliness. not others. jumu’ah mubarak.
It’s better to hide… #jalaludin #rumi #poem
13. April 2014

terlalu telat mungkin bagi aku membicarakan seorang pemberontak kontroversial Soe Hok Gie. kemarin kemarin menyaksikan film karya Riri Riza yang membahas tentang kehidupan Gie. entah ada apa dengan film itu sehingga membuat aku terus memikirkan sosok gie hambil 3 hari ini. mungkin pembawaan Nicholas Saputra yang suma cumlaude atau Riri Riza yang lihai menciptakan pensuasanaan yang sempurna atau memang gie sendiri yang sudah membuat aku tidak berhenti memikirkannya.

aku ingin banyak ngorol dengan gie kalau ia hidup di zaman ini dan masih hidup. banyak kesamaan yang aku rasakan antara aku dan dia. tentang paham kita tentang nilai-nilai kebenaran. tentang bagaimana seharusnya kita memperlakukan hidup. tentang cinta. tentang ketidakberpihakan akan suatu golongan. 

aku selalu merasa dekat dengan orang yang membuat puisi. mungkin karena kebanyakan puisi menceritakan tentang realias dan kebenaran. kebenaran-kebenaran yang di-iyakan nurani. 

gie sangat berani. gie dicintai. oleh para pemberontak yang masih bayi di zaman ini. gie. jika saja aku hidup di zamannya, aku akan membenci gie. jika saja aku menjadi seseorang yang hidup dalam suasana zaman PKI aku juga mungkin tersesat.

waktu selalu dapat bisa merubah persepsi akan sesuatu, seseorang. waktu pun mengungkap kebenaran. selalu begitu. Van Gogh, Chairil Anwar, tidak ada kebenaran saat mereka hidup. tidak ada kebenaran yang mereka perjuangkan diaminkan oleh yang lain. keberadaan mereka dianggap setelah mereka tidak ada. hukum alam. namun, memang selalu begitu. akan begitu. harus begitu. bagi beberapa orang.

kebenaran ada di langit, tidak di bumi kata gie. ya, yang di langit dan ciptaannya yang tidak dianugerahi akal, kataku. ini yang membuat aku merasa sama dengan gie, mendaki gunung. dengan segala penghuninya memang selalu memberi suatu energi positif yang bergerak terus seperti roda berputar, berkesinambungan dengan memberi pengaruh pada pola pikir, kebiasaan, dan mengambil keputusan. 

banyak cerita tentang kebenaran yang dibicarakan manusia yang justru diaminkan oleh manusia lain setelah ia tiada. tidak, tidak selalu begitu, namun ketiadaan seseorang selalu memberi pengaruh pada orang lain. dan yang terpenting adalah terus mencari kebenaran yang hakiki dan memperjuangkan yang kita yakini benar. 

terimakasih Tuhan atas kekuatan waktu-Mu. 

aku orang tenang yang menentang kemenangan oleh pedang.." -GIE


Show Post
daddy brought new babies to our garden. grow well you cuties!
#texture -ing
oldbookillustrations:

Beneath some patriarchal tree I lay upon the ground.
Myles Birket Foster, from Poems, by Henry Wadsworth Longfellow, Boston, 1852.
(Source: archive.org)

alunaes:

  • being inside of fog
  • when people look at you in the eyes the entire time they are saying your name
  • when the stranger you smiled at smiles back even happier than you
  • when the sun hits you and your skin gets that unraveling feeling 

(via stayspectacular)


Show Post
beauties. gonna place flowers all over my home someday.
pager ayu kecapean.